Prodi Pendidikan UST Goes to BATAN
...

Senin, 28 Oktober 2019 Prodi Pendidikan Fisika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa melakukan kunjungan ke BATAN atau Badan Tenaga Nuklir Nasional. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan terkait dengan mata kuliah fisika atom, fisika inti, dan fisika modern. Dimana mahasiswa yang menjadi peserta dari kunjungan ini merupakan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah fisika atom, inti, dan modern atau rata-rata merupakan mahasiswa semester lima yang berjumlah 41 mahasiswa. Selain mahasiswa kunjungan ini juga didampingi oleh kaprodi pendidikan fisika, dosen pengampu dari mata kuliah terkait, dan dosen-dosen fisika yang lain yang berjumlah 6 orang.

            Kunjungan pendidikan fisika ke Batan Yogyakarta, dimulai dari titik kumpul yaitu di fkip ust jam 08.30 yang kemudian bersama-sama berangkat ke Batan dengan fasilitas transportasi dari prodi. Sesampainya di Batan, mahasiswa dan dosen diarahkan untuk memasuki ruang aula dengan dilanjutkan sambutan dan penjelasan tenatang batan, baik sejarah perkembangan, pengenalan tentang nuklir maupun inovasi yang sedang dilakukan.

Batan merupakan lembaga riset dan penelitian yang bertanggung jawab langsung kepada presiden dan bertugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir. Berangkat dari kejadian bom atom di Jepang dan uji coba senjata nuklir di laut pasifik maka pemerintah Indonesia melakukan langkah preventif guna menjaga kedaulatan negara dari gangguan yang mungkin akan terjadi. Pemerintah membuat Panitia Negara yang bertugas menyelidiki radioaktivitas dan memanfaatkan tenaga nuklir pada tahun 1954. Panitia Negara inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya BATAN. Kemudian perkembangan reactor dari reactor Triga mark sampai pada reactor G.A Slwabessy Serpong. Pengenalan dan proteksi radiasi nuklir serta manfaat lain iptek nuklir.

Setelah mendapat menjelasan dan pengarahan materi tentang radiasi nuklir, para mahasiswa dan dosen diarahkan untuk mengamati langsung beberapa laboratorium yang ada di batan. Laboratorium yang pertama dikunjungi yaitu laboratorium reactor kartini. Sebelum masuk mahasiswa dan dosen diwajibkan untuk menggunakan jas dan sepatu khusus untuk meminimalisir radiasi dan kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Di dalam laboratorium reactor kartini atau reactor karya teknisi Indonesia ini mahasiswa dapat mengamati langsung dan dijelaskan cara kerja dari reactor ini oleh tim pemandu. Kemudian diarahkan menuju pada laboratorium dari fisika partikel. Disini mahasiswa mengamati dan dijelaskan tentang  proses nitritasi dan sputtering.

Setelah selesai melakukan pengamatan dan menerima penjelasan dari pemandu, tidak lupa para mahasiswa dan dosen untuk berswafoto untuk mengabadikan momen kunjungan ini. Selanjutnya kunjungan dilanjutkan dengan makan siang bersama dan kembali ke kampus pada pukul 13.00

  • 2019-10-28